Bad to be true

Posted May 25, 2009 by naomitheresa
Categories: Uncategorized

Benar. Ternyata emang bener kalo gw harus mengahadapi situasi perkuliahan ini sendiri. Well, maybe not alone..because God beside me..Untuk ukuran manusia gw bakal sendiri..karena semuanya bohong..pembohong..ga ada yang bisa nerima apa adanya..bohong..muak, muak, muak..sudahlah..mau benci juga gw ga peduli, mau anggap gw ada atau ga ada juga gw ga peduli..bodo amat..terserah, terserahlah..gw bakal bertahan dengan apa yang gw yakinin..gw akan bertahan dengan orang2 yang mau meneriam gw apa adanya..sudahlah..pergi sana, jauh-jauh dari mimpi dan kenyataan hidup gw..pergi saja..pergi.

Whatever

Posted May 11, 2009 by naomitheresa
Categories: Close to me

Ahai! Minggu, 10 Mei! Balik ke Kosan lagi tadi abis dianter sama mama, ka Alin, dan Ka Melda tersayang..hahaha..

Mau nulis apa ya? Well, mungkin tentang hubungan pertemanan yang lagi ‘gencar-gencarnya’ berubah formasi. Dia jadi sama ini, yang itu sama sono dan bertukar, bertukar, bertukar. Sebenernya it’s okay aja bagi gw buat mereka semua pindah, toh kalo dari pihak gw sendiri gw ga merasa terganggu. Tapi, sedihnya melihat teman-teman gw(yang sekarang lagi bareng gw) terluka melihat perpindahan ini, sampe-sampe waktu gw liat profile fb mereka..Wuissshhh..Hampir semua yang gw buka profilenya menggambarkan bagaimana kecewanya mereka, letihnya mereka, dan sebagainya. Hal ini udah pernah gw alamin sebelumnya bersama orang-orang di kelas gw juga. Tapi, sekarang biasa aja sih, yaa..cuman ga bias jadi kaya dulu lagi yang haha hihi kesana kemari dan bareng-bareng dalam hubungan yang akrab. But, anyway gw berharap hubungan yang hangat itu kembali lagi(amin). Hm, kok perasaan gw ga enak ya? Ah bodolah..haha..Oke, lanjut! Hmmngg… padahal kalo boleh jujur w saying sama semua teman-teman gw ini..walaupun kadang-kadang mereka nyebelin tapi gw care dan peduli sama mereka. Gw suka sensitive dan bête sendiri sih kalo teman yang gw peratiin ga merespon perhatian gw, atau malah menginjak-injak perhatian gw..Ugh, man..Gw paling benci perasaan ini..haha

Tapi, aneh loh dari tadi gw ketawa aja melihat kondisi kaya begini. Apa gw yang jahat?Atau gw yang girang-girang aja? Mungkin jawabannya karena gw baru denger kata-kata yang sangat menyejukan hati dari ka Melda tercinta. Begini katanya ‘Sudah, lupakan saja kekesalan hatimu.. Kamu harus menunjukan kasih yang lebih besar karena Bapa-mu yang di Surga memiliki kasih yang lebih besaaaarrrrr dari semuanya’. It’s very nice, isn’t it? So, mulai sekarang gw mau mencoba mendoakan satu persatu teman-teman gw dan menunjukan kasih yang lebih besar daripada orang-orang di sekitarku..hehe..Walau mungkin sulit tapi bakal gw coba!hoho.

Ehm, ada satu hal lagi yang mau gw tuang. Ini tentang teman-teman lagi, yang suka mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak semestinya di tempat umum!Hoiii, buset dah Negara dalam krisis kok anak-anak muda menambah krisis dengan berucap tak sepantasnya?Gw akuin, gw kadang-kadang suka keceplosan kalo lagi kesel. But! Ada satu teman gw naasnya pake kerudung but hei! Dia suka banget ngomong kasar..gw kesel sendiri ngeliatnya, sampe kadang-kadang pengen gw teriakin:”MENDING KALO LO BELOM BISA JAGA MULUT LO LEPAS AJA KERUDUNG LO!” Hueh, tapi itu kan kasar tar malah bikin perang gw!haha! Gimana ya caranya? Mana aku sering bareng dia dan ketemu dia. Duh, satu sisi gw sebel tapi satu sisi gw juga merasa ironis dan kasihan melihat teman gw yang satu ini. Dari semua kejadian yang gw alami minggu ini adalah: memang manusia adalah makhluk yang mengerikan dan mudah berubah ekspresi dan ‘mood’nya. Seperti pepatah mengatakan ‘dalamnya lautan bias kita ketahui, tetapi hati manusia siapalah yang tahu kedalamanya?’ Asik!hihi..Udah sekian sampai sini dulu dah jam 11.32 saatnya bobo!

Danshaku

100509

11.32

Percaya Saja!

Posted May 11, 2009 by naomitheresa
Categories: Uncategorized

Berdirilah di sampingku

Dan kan ku genggam tanganmu erat

Ayo, jangan ragu

Percaya saja!

Merasa ditinggalkan?

Kesepiankah engkau?

Semua orang sepertinya menolakmu?

Ada aku, ada aku yang masih setia di sampingmu dan memandangmu

Jadilah temanku

Maka akan kuberikan kasihku padamu

Tak usah ragu

Aku mau berdiri di sampingmu

Walau tiba-tiba hubungan kita membeku

Diam tak bicara

Jangan berpikir aku akan melupakanmu

Mana bisa kau kuhapus dari memoriku?

Percaya  saja

Hanya itu yang kau butuhkan

Aku mau menamparmu demi kebaikanmu

Memelukmu agar perasaanmu nyaman

Ayo! Pegang tanganku

Sudah terulur dari dulu, dan masih akan terulur sampai kau meraihnya

Aku memang tak sempurna,

tapi berdua kita akan menjadi sempurna menghadapi dunia!

07052009

Slipping trough and sacrifice

Posted May 2, 2009 by naomitheresa
Categories: poems

Aku tak mau berbicara tentang kamu

Tak lagi tentangnya

Ataupun hubungan yang tiba-tiba membeku

Tidak lagi

Aku tak ingin terperangkap dalam perasaan ini

Perasaan iri ketika melihatmu tertawa lepas bersamanya

Kata orang lebih baik melepas seseorang untuk kebahagiaannya

Jadi, apakah aku tak pantas mendapat bahagia juga?

Egois sekali jika setiap orang berkata seperti itu

Kenyataanya banyak orang kesepian!

Banyak orang melolong minta tolong!

Masih berlakukah kalimat tersebut?

Mengapa hubungan ini membeku?

Mengapa kita tak bisa bersikap seperti dulu?

Hangat dan akrab

Rasanya kau tak mungkin meninggalkanku

Tapi, kenyataan memang pahit

Aku harus menelan kepahitan

Kau tak lagi peduli padaku

Menolehpun tidak

Pergilah

Larilah

Karena aku akan berbuat serupa

Tapi aku takkan lupa setiap hal yang pernah terjadi

TenSai_DanShaku

14.01

020509

Kembali tentangmu

Posted April 15, 2009 by naomitheresa
Categories: poems

Bunda,

Lagi-lagi kita berselisih pendapat

Lagi-lagi kau merasa sedih

Sedih karena kau pikir aku tak percaya padamu


Bunda,

Beri tahu aku

Bagaimana caranya buat kau tahu

Bahwa aku percaya, aku mendegarkan


Bunda,

Masihkah engkau menganggap aku anak kecil?

Yang belum tahu mana yang benar?

Belum tahu apa yang salah?

Bunda,

Mungkin aku masih muda

Belum banyak pengalaman

Belum merasakan asam garam kehidupan

Bunda,

Tapi aku punya hati, punya pilihan sendiri

Meski terkadang itu salah

Tapi aku tanggung risikonya


Bunda,

Aku sayang padamu apa adanya

Janganlah sedih kalau terkadang aku tak patuh

Karena egoku, maafkan Bunda


Bunda,

Kaulah yang terbaik

Meski terkadang tak sependapat

Meski aku berontak, kau yang terbaik


Bunda,

Berbahagialah, tersenyumlah

Aku bahagia

Hanya dengan melihat senyummu

Beri tahu aku

Posted March 11, 2009 by naomitheresa
Categories: poems

Dia disana
Aku memperhatikan

Dia melintas
Aku memperhatikan lewat ekor mataku

Aku mendengus
berharap aku bisa mengerti pikirannya

Aku memicingkan mata
Berharap aku bisa menjadi secuil bagian yang merubah hidupnya

Aku berbicara padanya
berharap ia mengerti perasaanku

Tapi yang kurasa, aku tetap tak mengerti dirinya
tak bisa kuraih
tak bisa ku sentuh hatinya
seolah-olah memang cuma aku yang tak bisa masuk

Bagaimana?
Kau berarti untukku
tak bisakah kau rasakan napasku di sekitarmu?

Bagaimana?
Aku harus bagaimana?

Tolong beri tahu aku..

110309
18:54

Crawling in my head!

Posted March 11, 2009 by naomitheresa
Categories: Close to me

Lagi. Naluri berpikirku kembali menyusup, masuk bagaikan tamu tak diundang. Hm, minggu ini bagiku terlalu konyol untuk dipikirkan kembali, sampai kadang-kadang aku tertawa kecil sendiri. Selasa malam, aku menikmati live music Beatles night. Aku memperhatikan sekelompok orang yang menari dengan percaya diri dan begitu senang(entah kata apa yang bisa mendeskripsikan keceriaan mereka) seolah-olah lupa akan hari yang sibuk yang baru saja mereka lalui. Aku pun ikut bersenandung, menikmati alunan music the Beatles yang akrab ditelinga. Aku di downtown bersama Sekar dan Om, niatnya sih Cuma sebentar karena ingin membicarakan soal ulang tahun Sekar. Akhirnya karena Om di rumah ada neneknya dia pun pulang terlebih dahulu. Aku melirik Sekar, kupikir dia akan ikut Om pulang ternyata dugaanku salah. Dia tetap di downtown, aku?memang belum mau pulang masih memikirkan gerak-gerik teman-temanku yang selama ini bareng. Aku melirik jam, jam 11 lewat. Aku tidak peduli apakah masih ada ojek atau tidak, yang jelas malam itu aku benar-benar belum mau pulang masih terbenam dengan pikiran dan obrolan dengan Sekar. Kami berbincang-bincang cukup lama, membicarakan ini dan itu, banyak hal bahkan meski kami sudah berkali-kali menguap tetap saja obrolan dilanjutkan. Hingga malam berganti subuh, waktu menunjukan pukul 01:45. Kami beranjak pulang, berharap ada ojek. Aku sendiri berjalan ngelangsa aku tahu sudah tidak ada ojek. Akhirnya kami memutuskan ke dorm, sepanjang perjalanan angin menerpa tubuhku, angin begitu menusuk sampai-sampai aku bertingkah aneh. Dalam perjalanan ke dorm, kami masih sempat-sempatnya foto(giggles). Jam 2 sampe dorm kami langsung terbaring tidur, tapi aku tidak bisa tidur. Berakhirlah malam itu dengan keletihan yang sangat.

Rabu, ngerjain Sekar ultah. Ga banyak yang bisa aku ceritakan karena hanya begitu saja. Bahkan aku melalui hari itu bagaikan robot, entahlah, kadang pikiran dan hati tak sependapat akhirnya tubuhku yang menjadi korban.

Sudah 2 minggu sejak aku tidak bersama Gita, April, Chelsea, Mindy, dan Stephanie. Aku bersikap biasa terhadap mereka, tidak ada rasa curiga ataupun dendam. Meski hari-hari yang kujalani bersama mereka waktu itu terkadang menorehkan rasa sakit tapi aku mencoba memaafkan. Tapi, Kamis itu aku mendengar kabar yang menggelisahkan, hampir-hampir aku tak percaya. Audi memberitahuku bahwa pada saat hari ultah Sekar, Mindy dan April menyebut aku ‘PU’. Aku tidak percaya sampai banyak orang yang mengatakannya padaku. Tak hanya itu, Desi mengatakan bahwa mereka sering ngomongin aku dari belakang, katanya aku sensitiflah apalah. Lagi-lagi aku tak percaya, begitukah?begitukah pandangan mereka terhadapku?kecewa mengganyangku, sedih melingkupiku. Harus bagaimana?

Tapi aku bersyukur ada teman-teman yang memperhatikan meski mereka tidak kuminta berbuat seperti itu. Bersyukur atas teman-teman yang masih mau menemaniku. Malam itu aku larut dalam minuman bir Bintang ‘Zero’. Aku sadar tidak baik minum, aku sadar jika keluragaku tahu betapa kagetnya mereka. Tapi aku kalah dengan suara hatiku. Aku tetap minum, meski kata Sekar itu ‘nothing’ tapi bagiku itu sudah ‘ something’. Lagi-lagi aku berbuat yang keluargaku tak tahu, tapi aku tahu Tuhan tahu. Aku makin berpikir, terus berpikir, mengingat-ingat kejadian yang lalu. Badanku mengahadap ke depan, tapi tanganku masih terkoyak dibelakang, tercabik-cabik oleh perasaan masa lalu. Apa yang harus kulakukan?aku tidak tahu. Aku butuh bantuan, tapi setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri, aku ingin lari pada-NYA, masihkah Ia mau menerimaku?bahkan aku yang hamper setiap hari membaca alkitab, perilakuku tak ubahnya orang-orang suam-suam kuku. Gamang. Tidak jelas. Aku sadar aku manusia yang tidak pernah puas. Iri, angkuh, marah, menggerutu, perasaan ingin lebih, semuanya ada padaku. Ingin aku lepas dari ikatan perasaan tak terpuji ini. Lepas, kapankah ini berakhir? Apa masa depanku? Aku sungguh tak tahu, aku butuh teman. Itu saja, tapi sepertinya aku diabaikan, bahkan sering kali dilupakan.

Terkadang ku diam tak bicara
Karena hal itu sering orang salah kaprah terhadapku.
Perfeksionis menyulitkan, aku sering menyalahkannya.

Bodoh.

090309

12:39

New Start on Term Two

Posted February 24, 2009 by naomitheresa
Categories: Close to me

Sebenernya gw enggan bangun pagi ini, soalnya gw harus masuk kuliah. Huah, badan gw masih pegel – pegel abis dari NPC kemaren, paha gw dua – duanya masih bengkak, lebam biru keunguan tercetak disana. Sakit. Dengan malas aku bangun, mandi, berpakaian, ibadah trus minum teh yang udah disiapkan sama oma. Gw melihat cermin yang memantulkan sosok gadis bermata coklat senada dengan warna bajunya. Poninya terurai lembut didahinya, gadis itu tersenyum tipis, menghela napas kemudian menghilang dari cermin. Gw kunci pintu kamar gw (sebenernya sih ga perlu karena yang dikosan Cuma gw sama oma), gw make sepatu, pamit lalu melangkah pergi. Gw ke mini mart terdekat beli minum, setelah itu gw cari sarapan.

Tempat pertama dan satu – satunya yang buka deket situ cuma bubur ayam. Gw hela napas sekali lagi (yang kata orang buang satu kebahagiaan), masuk dan memesan bubur ayam. Setelah pesanan tiba, gw masukin satu sendok bubur ke mulut gw, dalam hati : ”masih enakan bubur bang Tukimin” gw ga peduli, gw laper gw lahap terus itu bubur sampe abis. Selesai sarapan gw ke kampus, ditemani dengan Camcung gw, benda mati yang selalu nemenin gw saat gw butuh. Lagu ABBA menenangkan hati, gundah yang dirasa tadi pagi terbang entah kemana. Gw ketemu dan, audi, pak wisnu, desiree, shelmi dan orang – orang yang gw kenal. Masuk kelas, gundah itu mendarat, mengusik hati gw yang udah tenang. Gw ambil tempat di pojok, masih tetep ditemani camcung gw. April sama ntep masuk, gw Cuma nengadah bentar, pandang mata dengan mereka terus mereka keluar. Huh, capek hati sama badan, ga kuat dikelas sendiri gw ke perpus liat- liat buku. Merasa bosan gw ke kelas lagi, ketemu Gita yang spontan meluk gw dan bilang “kangen”. “gw juga” dalam hati, perasaan gw enakan. Gw berpikir emang Cuma Gita yang masih netral. Gw bersyukur dipeluk. Meski sederhana tapi gw suka.

Kelas dimulai. Gw mojok sambil sesekali melirik ke arah April, Mindy, dan Chelsea. Gw berpikir, kembali menghela napas. Sama sekali ngga ngomong sama gw pas pelajaran itu. Gw tahu mereka ga ngajak gw ngomong karena emang gw ga mau diganggu. Payah, gw ga mau berharap lagi. Udah cukup gw tahu informasi tentang mereka. Gw ga begitu nyaman masuk hari pertama ini, dan bertanya – tanya ”teman, teman, apa itu teman?” pertanyaan yang selalu mengusik ketenangan gw, comfort zone gw, yang seharusnya ga gw pikirin tapi dipikirin mulu..Argghhhhhh,, dasar busuk, ingin mencaci maki tapi gw telen lagi. Tarik napas hela napas, goblok dasar gw bego ngapain coba mikir yang ga penting?apa yang gw tuntut dari mereka?payah,, payah,,kacau,,pikiran kacau,,setan dalam diri berontak, mencoba menerkam nuraniku. Gw kan Cuma mau nyendiri bentar bukan berarti mereka jauhjin gw kan?apa gw yang jauhin mereka?kenapa sih ga bisa biasa aja?

Gw akan mengerti jika kau mau mengerti, gw akan bicara bila kau bicara. Tak cukupkah kecuekanmu terhadap perasaan disekitarmu?

Ibu

Posted February 20, 2009 by naomitheresa
Categories: Uncategorized

Ibu
aku melihat matamu, sayu dan lembut
tak sanggup aku menatap terlalu lama..
Matamu mengisyaratkan kesedihan yang tak terucap..

Ibu
Setiap melihat matamu, wajahmu..
Aku selalu terpaku, tak kuasa berbicara
Air mukamu dan matamu menorehkan luka dalam hatiku

Ibu
Wajahmu berubah dari yang kukenal 10 tahun yang lalu
Wajahmu sekarang tirus dan kering..
Wajahmu kurus, matamu berkantong hitam, ah ibu..ibuku sayang

Ibu
Perfeksionismu terkadang membuatmu merasa sulit
Kerinduanmu akan sosok ayah begitu dalam, kau menangisinya tiap malam..
Seakan air matamu takkan pernah habis..

Ibu
Aku tak keberatan jika kau berubah menjadi gendut..
Berubah penampilan, bagiku tidak apa bagaimanapun kau tetap ibuku
Cintaku takkan berubah

Ibu
Terkadang kau mengeluh seakan tak ada yang peduli padamu
Tidakkah kau mengetahuinya? Aku selalu peduli
Meski terkadang aku berontak
Aku marah padamu, tapi aku peduli bu..aku memperhatikanmu

Ibu
Janganlah kau marah bila aku terkadang menolak himbauanmu
Bukan aku tidak sayang, bukan berarti aku membencinya
Tapi aku punya hati bu, yang tak mungkin aku pungkiri..

Ibu
Aku ingin selalu memelukmu, menciummu, menemanimu
Agar kau tak sedih lagi karena kesepian
Agar kau tahu betapa aku sangat mengasihimu, menyayangimu tanpa syarat

Ibu, ibuku..
Aku disini bu, selalu memikirkanmu ketika jasmani kita tak bertemu
Engkau selalu dihatiku bu..
Jangan menangis lagi
Jangan meratap lagi
Cukup air mata itu membasahi harimu..Cukup bu

Ibu
Banyak kata tak terucap untukmu, aku tahu kau tak pernah puas
Karena kedaginganmu, karena kita manusia biasa..
Aku masih membebanimu bu, Aku harap kau mau menunggu sampai aku dapat membahagiakanmu..
Materi maupun Spiritual..

Ibu
Yang selalu aku damba,
Selalu aku cinta
Selalu aku doakan
Selalu aku banggakan
Selalu..selalu..selalu..

Ibu
Apa jadinya duniaku tanpamu?
Tutur kataku tanpamu?
Imanku tanpa bimbinganmu?

Ibu, ibu, ibu..
Aku cinta padamu dan tak ada satupun yang bisa mengubahnya..
Kecuali Sang Maha Pencipta..
Bahkan jika nanti..ah, tak sanggup aku memikirannya

Cukup.

Sudah.

Aku selalu mendoakanmu bu,
Tuhan, Jagalah ibuku..

Amin

Mes Coups de Coeur

Posted February 18, 2009 by naomitheresa
Categories: Uncategorized

Aku suka membuka mata dalam kegelapan kamarku sambil mendengarkan musik..

Aku suka berdiri bermandikan cahaya matahari..

Aku suka tidur di hamaparan rumput yang hijau..

Aku suka menatap birunya langit dan putihnya awan..

Aku suka ketika keringat meluncur dari dahiku membasahi bulu mataku..

Aku suka panasnya kopaja yang kunaiki sambil terkantuk – kantuk didalamnya..

Aku suka berjalan dan tiba – tiba berlari..

Aku suka tertidur dalam kecupan ibuku yang hangat dan wangi parfumnya yang selalu ingin ku hirup..

Aku suka terbenam dalam pemikiran dan khayalku..

Aku suka duduk melihat keadaan di sekitarku yang sibuk…

Aku suka menyentuh tembok ketika aku berjalan..

Aku menyukai hal – hal sederhana dan kecil dimana hanya aku yang menyadarinya…

23:56 180209


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.